Pemahaman dan pandangan masyarakat mengenai polusi udara di Kampung Baru melalui wawancara partisipatif

Main Article Content

Muhammad Hafidz Rusydil Hamdi
Muhammad Adnan Naufal Syihab
Kiftian Hady Prasetya
Adelia Rohani

Abstract

Polusi udara di kawasan pemukiman padat menjadi permasalahan lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi komunitas yang tinggal berdampingan dengan zona industri. Kampung Baru di Kota Balikpapan merupakan salah satu wilayah pesisir dengan kepadatan penduduk tinggi yang letaknya berdekatan langsung dengan kawasan industri kilang minyak. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pemahaman dan pandangan warga Kampung Baru terhadap kondisi polusi udara di lingkungan mereka melalui pendekatan wawancara partisipatif. Data dikumpulkan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam yang melibatkan warga dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga telah mengenali perubahan kualitas udara di sekitar tempat tinggal mereka dan mengaitkannya dengan emisi kendaraan bermotor, pembakaran sampah rumah tangga, serta aktivitas industri di sekitar wilayah hunian. Meskipun demikian, pemahaman yang dimiliki belum mendorong perubahan perilaku yang nyata akibat keterbatasan informasi dan rendahnya keterlibatan pemangku kepentingan dalam edukasi lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis komunitas diperlukan sebagai landasan dalam merancang kebijakan pengendalian polusi udara yang efektif dan berkelanjutan.

Article Details

Section
Articles

References

Marhadika, K. N. (2022, april 25). blog. Retrieved from Solar Industri: https://solarindustri.com/blog/migas-minyak-dan-gas/

Sultan, S., Prasetya, K. H., & Wiyono, J. (2024). Respon Sosial Masyarakat terhadap Aktifitas Migas dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-hari. Journal of Industrial Engineering and Technology, 5(2), 140-147. (Topik: Respon sosial dan persepsi polusi udara akibat industri migas di Balikpapan)

Pratama, R. G. (2024). Implementasi Kebijakan Transportasi Umum dalam Mengatasi Kemacetan dan Emisi di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. (Skripsi Repositori Institut Pemerintahan Dalam Negeri). (Topik: Pertumbuhan kendaraan dan emisi di Balikpapan)

Khofiya, N., & Sumayya, S. A. (2024). Analisis Sosial dan Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Kualitas Udara Perkotaan: Studi Kasus di Kota Jakarta dan Surabaya. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan, 6(2), 174-193. (Topik: Dampak sosiologi, kualitas hidup, dan isolasi sosial akibat polusi udara)

Situmorang, P. I., & Purwanti, E. (2024). Persepsi Masyarakat tentang Dampak Sosial Ekonomi dan Lingkungan Hadirnya Industri di Pemukiman Padat. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 8(1), 41-49. (Topik: Persepsi masyarakat lingkar industri terhadap kualitas udara bersih)

Afrizal, M. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Pendekatan Partisipatif dalam Studi Lingkungan Komunitas. Jakarta: Rajawali Pers. (Topik: Metodologi wawancara partisipatif dalam isu lingkungan lokal)

Adipradana, N. (2023). Persepsi Masyarakat Mengenai Dampak Pencemaran Udara oleh Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dalam Tinjauan Politik Hukum. (ETD Universitas Gadjah Mada). (Topik: Kesadaran masyarakat dan keinginan perbaikan kualitas udara)

Adil, M., & Ahmad, K. (2021). Komunikasi Lingkungan dan Tingkat Pemahaman Masyarakat Terhadap Polutan Halus PM2.5 di Wilayah Pesisir Industri. Indonesian Journal of Environmental Sustainability, 3(1), 12-25. (Topik: Kesenjangan pemahaman polutan mikro di masyarakat)

Pangerapan, S. B. (2024). Kualitas Udara Emisi Karbon Monoksida (CO) dan Persepsi Gangguan Kesehatan di Kawasan Padat: Perspektif Ekologis dan Kesehatan Lingkungan. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(4), 1102-1115. (Topik: Hubungan gas buang dengan persepsi gangguan kesehatan masyarakat)

Nurmaya, E. M., Murti, S. H., & Nurjani, E. (2024). Kajian Pencemaran Lingkungan terhadap Kesehatan Masyarakat akibat Gas Buangan Kendaraan Bermotor. Jurnal Paradigma Lingkungan, 5(1), 16–38. (Topik: Dampak klinis dan persepsi penyakit ISPA akibat polusi udara)

Prayuda, D. A. (2023). Analisis Persepsi Bau dan Polusi Udara Sektor Industri Tahu dan Domestik di Pemukiman Padat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 245-252. (Topik: Bagaimana masyarakat mengidentifikasi intensitas aroma polusi di sekitar rumah mereka)

Sari, D. P. I., Yusmini, Y., & Edwina, S. (2023). Analisis Dampak Industri Terhadap Lingkungan Udara Pemukiman Nelayan dan Pesisir. Jurnal Geomine, 6(2), 54-59. (Topik: Pengaruh polusi udara pada wilayah pemukiman pesisir)

Wirahaji, I. B. (2026). Analisis Upaya Reduksi Polusi Udara Dari Dampak Eksternalitas Transportasi Melalui Persepsi Publik. Jurnal Teknik Gradien, 18(01), 95-106. (Topik: Pandangan masyarakat terhadap manajemen lalu lintas untuk mereduksi polusi)

Agyei-Mensah, S., & Mwaura, P. (2022). Perubahan Sosial-Politik dan Gerakan Komunitas Menolak Pencemaran Udara di Kawasan Urban-Suburban. Jurnal Sosiologi Lingkungan Indonesia, 11(2), 88-101. (Topik: Bagaimana pandangan masyarakat bergeser menjadi aksi sosial)

Tarigan, J. G. (2025). Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik Berdasarkan Peraturan Daerah Tata Ruang Kota Balikpapan. (Repository Universitas Atma Jaya Yogyakarta). (Topik: Tata ruang dan problem RTH di Balikpapan)

Nugrahaning, A., Ulimaz, M., & Ariyaningsih, A. (2018). Pola Sebaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik di Kota Balikpapan Berdasarkan Jenis dan Karakteristiknya. Jurnal Sains Terapan, 4(2), 85-93. (Topik: Pentingnya distribusi vegetasi RTH di Balikpapan untuk mereduksi polusi kota)