Teknologi Biogas dari Limbah Ternak di Teritip, Balikpapan

Main Article Content

Anya Adelia Salsabila
Abdul Gafar Karim
Riska Nurfadhillah
Elfisius Geron
Guis Pengeran Lemuyaq

Abstract

Kebutuhan energi yang semakin meningkat mendorong penggunaan limbah organik sebagai sumber energi alternatif. Desa Teritip, Balikpapan, memiliki peluang untuk mengembangkan biogas karena adanya aktivitas peternakan sapi yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan sistem biogas yang sederhana berbasis teknologi tepat guna serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang energi terbarukan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, sistem biogas berkapasitas 1.200 liter diuji dan menghasilkan gas metana sebanyak 288 liter setiap siklus, dengan waktu pembakaran sekitar 1,4 jam. Sisa dari proses tersebut mencapai 60%, yang bisa digunakan sebagai pupuk cair. Sosialisasi kepada warga dan siswa berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat, di mana sekitar 82,1% responden tertarik untuk mempelajari biogas lebih lanjut.

Article Details

Section
Articles

References

Kusuma, A., & Pratama, R. (2022). Pemanfaatan limbah ternak sebagai energi alternatif dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Jurnal Energi dan Lingkungan, 9(2), 45–53.

Putra, D. A. (2021). Pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Jurnal Teknologi Energi, 7(1), 12–19.

Rahmawati, L. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan limbah organik untuk energi terbarukan dan ekonomi sirkular. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan, 4(3), 101–110.

Suryani, T. (2019). Efektivitas biogas dari kotoran sapi sebagai sumber energi rumah tangga di pedesaan. Jurnal Energi Terbarukan Indonesia, 5(2), 55–63.

Yusuf, M., & Hasan, A. (2020). Pemanfaatan residu biogas sebagai pupuk organik untuk peningkatan kesuburan tanah. Jurnal Agroenergi, 8(1), 27–35.